What's Your Number? Check This Out

Minggu, 24 Juni 2012

Tugas Ku: UKD Struktur Perkembangan Tumbuhan


Nama   : Diana Putri Hapsari
NIM    : M0410018                                                                 UKD SPT, 11 Mei 2011
Dosen  : Ari Pitoyo, S.Si., M.Sc.

1.      a.  Pertumbuhan sekunder merupakan pertumbuhan menebal yang terjadi akibat
adanya penambahan jaringan sekunder, yaitu kambium vaskuler dan kambium gabus (felogen).
Pertumbuhan sekunder pada batang tumbuhan angiospermae dikotil dan gymnospermae diakibatkan oleh adanya kambium yang mengakibatkan diameter batang membesar  dan aktivitas kambium tidak selalu teratur. Pada saat musim hujan, aktivitas pertumbuhan kambium lebih cepat dari pada musim kemarau, karena adanya perbedaan lebar cincin – cincin konsentris yang disebut sebagai lingkaran tahun.
b.  Aktivitas kambium dapat merusak jaringan yang ada di batang, misalnya pada
floeterna, korteks dan epidermis yang disebut kambium gabus atau felogen.

2.      Pada tumbuhan dikotil diketahui adanya kambium intravasikuler yang terdapat diantara xilem dan floem sedangkan xilem dan floem terbentuk dari stele yang merupakan perisikel atau perikambium. Selanjutnya akan kambium akan berkembang dari jaringan parenkim yang terdapat diantara berkas pembuluh angkut yang disebut kambium intervasikuler. Sehingga keduanya akan mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang tumbuhan. Ada dua kambium pada dikotil yaitu:
a.       Kambium pembuluh (vascular cambium) yang menghasilkan xilem sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar
b.      Kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar
Sedangkan pada tumbuhan monokotil terdapat stele yang terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya diantara xilem dan floem tidak ditemukannya kambium. Sehingga karena tidak adanya kambium maka batang dari monokotil tidak tumbuh membesar, meskipun demikian ada monokotil yang dapat mengadakan pertimbuhan menebal sekunder.

5.      Sekresi adalah fenomena yang umum yaitu suatu pembentukan dinidng sel dan kutikula, lapisan suberin dan perpindahn senyawa tertentu antar sitoplasma sel yang berdekatan. Pada tumbuhan itu terdapat struktur sekresi khusus yang berupa sel atau sekelompok sel yang mensekresikan senyawa – senyawa tertentu.
Mekanisme dari sekresi:
a.       sekresi holokrin, sekret tersebut dikeluarkan dari sel sekresi sebagai hasil dari disintegrasi.
b.      Sekresi malokrin, sekret dari dalam sel dengan keadaan utuh.
-          Senyawa keluar dari sitoplasma sebagai molekul yang tunggal
-          Melalui membran dengan mekanisme transpor aktif  >> sekresi ekskrin
Terakumulasi dalam vesikula, kemudian berfusi dengan membran plasma atau tonoplas dan akhirnya keluar dari sitoplasma >> sekresi granulokrin

6.      Laticifer merupakan sel yang mengandung lateks, ditemukan pada sejumlah besar jenis dan margo tumbuhan. Asal pembentukannya bisa sederhana bisa juga secara majemuk. Laticifer sederhana merupakan sel tunggal, sedangkan laticifer majemuk merupakan dari sejumlah sel dalam deretan memanjang. Pada taraf perkembangan berikutnya sel dalam deretan memanjang tersebut akan saling berhubungan karena larutnya sebagian atau seluruh daging ujung sehingga terjadi suatu saluran yang panjang. Kedua macam laticifer tersebut dapat bercabang ataupun tidak bercabang.  Anastomosis terjadi jika dinding lateral dari dua laticifer yang berdampingan berada dalam posisi berimpitan, larutnya sebagian dinding yang berimpitan, larutnya kedua dinding yang berimpitan mengakibatkan terjadi pori yang menghubungkan kedua laticifer. Laticifer dapat ditemukan diberbagai tempat pada tumbuhan. Namun dapat pula terbatas pada floem. Laticifer beruas ditemukan juga dalam jaringan baru akibat diferensiasi sel pada jaringan baru itu menjadi laticifer ditempat pertemuannya dengan laticifer lama.
Saluran atau rongga sekresi terbentuk dari karena terpisahnya sel sekret dengan sel sekitarnya. Karena adanya bahan – bahan tersebut, pembentukan rongga atau saluran seperti itu disebut pembentukan secara schizogen, sel atau jaringan yang menghasilkan sekresinya disebut kelenjar schizogen. Misalnya saluran atau kelenjar dammar pada Pinus merkusii. Tetapi pada waktu pembentukan rongga minyak atau dammar juga diikuti oleh hancurnya sel – sel yang menghasilkan sekresinya, yang biasanya , yang biasanya terletak disekeliling rongga tersebut.

7.      Torus dan margo biasanya dijumpai pada batang suatu tumbuhan selaput noktah trakeida dari banyak conifer mengelilingi torus dan berpori yang disebut margo. Adanya pori – pori ini dari suatu percobaan menunjukkan pelarutan dari larutan partikel karbon dari satu trakeida ke trakeida yang lainnya. Selama diferensiasi margo, matriks dinding sel larut sehingga hanya tinggal mikroserabut selulosa saja. Selaput noktah biasanya lentur dan dibawah kondisi tertentu. Torus dapat ditekan ke salah satu celah noktah. Ketika tirus dalam posisi median misalnya itu di tengah pasangan noktah, air dapat lewat dengan mudah dari satu trakeida ke trakeida lain. Pasangan noktah yang torusnya berada dalam posisi lateral, misalnya ditekan ke arah salah satu celah noktah, dapat mencegah lewatnya air. Hampir seluruh torus pada kayu sealu dalam posisi lateral dan kelenturan selaput noktah hilang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar