What's Your Number? Check This Out

Senin, 25 Juni 2012

Tugas Ku: Museum Etnobotani Indonesia


MUSEUM ETNOBOTANI INDONESIA
Museum Etnobotani merupakan tempat dimana hal-hal maupun barang-barang yang mencangkup tentang ilmu yang mempelajari hubungan antara tumbuhan-tumbuhan yang dimanfaatkan oleh suku atau bangsa tertentu atau penduduk asli untuk kepentingan hidup sehari-hari.
  1. Sejarah Singkat Museum Etnobotani Indonesia
Gagasan untuk membangun Museum Etnobotani Indonesia pertama kali dicetuskan oleh Prof. Sarwono Prawijohardjo, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) yang sekarang telah berganti nama menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertepatan pula dengan peletakan batu pertama pada pembangunan Herbarium Bogoriense pada tahun 1962. Kemudian tetapan tersebut dimantapkan kembali oleh Dr. Setiaji Sastrapraja yang saat itu menjabat sebagai Direktur Lembaga Biologi Nasional (LBN) pada tahun 1975 dengan mengadakan pertemuan dengan para ahli ilmu sosial, kemasyarakatan dan antropologi serta pakar-pakar botani. Setelah artefak dikumpulkan di daeerah Indonesia, selanjutnya Museum Etnobotani diresmikan oleh Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie pada tanggal 18 Mei 1982 yang bertepatan pula dengan hari jadi Kebun Raya Indonesia di Bogor yang ke-165.
            Lokasi dari Museum Etnobotani Indonesia sendiri sangat strategis karena berada di tengah kota Bogor dan sangat berdekatan sekali dengan Kebun Raya Indonesia. Sampai sekarang Museum Etnobotani Indonesia masih dikelola oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI Bogor.

  1. Tugas dan Fungsi Museum Etnobotani Indonesia
Tugas dan fungsinya antara lain:
a.       Melestarikan kekayaan pemanfaatan tumbuhan oleh suku bangsa atau penduduk asli di Indonesia
b.      Sebagai sarana informasi sekitar ruang lingkup Etnobotani

  1. Pembahasan Diorama “Alat Musik”
Di dalam Museum Etnobotani Indonesia terdapat beberapa diorama-diorama yang isinya terdapat barang-barang maupun kebudayaan dari suku bangsa Indonesia yang memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan utamanya. Salah satu diorama yang akan dibahas pada laporan kali ini adalah tentang ‘alat musik’. Daftar alat musik yang terdapat di dalam Museum Etnobotani Indonesia tersebut antara lain:
a.       Gambang
Bahan utama: Bambu hitam (Gigantochloa atter)
Merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Terdiri dari 18 bilah bambu yang dimainkan dengan cara dipukul.
b.      Gendang Maturuk
Bahan utama: kayu paula dan rotan
Merupakan aat musik yang biasanya digunakan pada upacara penyembuhan penyakit sikere (dukun), biasanya tersebar di Siberut, Mentawai, Sumatra Barat.
c.       Gambang Kayu
Bahan utama: kayu merawan dan ijuk
Merupakan alat musik tradisional dari Ciampea, Bogor, Jawa Barat.
d.      Calung
Bahan utama: bambu hitam
Merupakan alat musik dari Bandung, Jawa Barat. Calung merupakan prototipe dari angklung. Namun berbeda dengan angklung, jika angklung dibunyikan dengan cara digoyang, tetapi calung dibunyikan dengan cara memukul batang (wilahan/bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada).
e.       Celempung
Bahan utama: bambu hitam
Merupakan alat musik tradisional dari Bandung, Jawa Barat. Celempung merupakan alat petik dalam ensambel gamelan Jawa, berupa siter yaitu alat dawai yang dawai-dawainya membentang sepanjang badannya, tidak berleher seperti gitar.
f.       Tifa
Bahan utama: kayu Rhozopora dan kulit buaya
Merupakan alat musik tradisional dari Irian Jaya.
g.      Ketambung
Bahan utama: kayu tamblion
Merupakan alat musik dari Kahaya, Kalimantan Tengah.
h.      Santu
Bahan utama: kayu hitam (Diospyros sp) dan tempurung kelapa (Cocos nucifera)
Merupakan alat musik tradisional dari Morowali, Poso, Sulawesi Tengah.
i.        Sasapi
Bahan utama: bambu
Merupakan alat musik dari Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
j.        Biola
Bahan utama: waru (Hibiscus tiliaceus) dan Lagenaria sp
Merupakan alat musik tradisional dari Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
k.      Kecapi
Bahan utama: kayu
Merupakan alat musik dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
l.        Kecapi
Bahan utama: kayu Jelantung
Merupakan alat musik dari Kapuas, Kalimantan Tengah.
m.    Biola
Bahan utama: kayu Dadap (Erathrina sp)
Merupakan alat musik tradisional dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar